
Lanyard karyawan kontrak perlu dibuat khusus atau bisa dipakai ulang? Simak cara mengatur lanyard, ID card, onboarding, hingga pengembalian saat kontrak berakhir.
Perusahaan yang memiliki karyawan kontrak biasanya tidak hanya perlu memikirkan proses rekrutmen dan administrasi kerja. Ada hal-hal kecil dalam operasional yang ikut berubah ketika jumlah tenaga kontrak bertambah, salah satunya adalah pengelolaan identitas karyawan.
Di antara berbagai atribut tersebut, lanyard sering dianggap sederhana karena bentuknya hanya berupa tali untuk menggantung ID card. Padahal, ketika perusahaan memiliki tenaga kerja dengan masa kontrak tiga sampai enam bulan, cara perusahaan mengelola lanyard dapat berpengaruh terhadap pengadaan, penggunaan ulang, distribusi atribut, hingga proses offboarding.
Pertanyaannya kemudian adalah: apakah lanyard karyawan kontrak harus dibuat khusus dengan desain berbeda dari karyawan tetap?
Jawabannya tidak selalu.
Dalam banyak situasi, perusahaan justru dapat menggunakan lanyard corporate yang sama dan membuat informasi personal berada pada ID card. Ketika karyawan kontrak selesai bekerja, ID card dinonaktifkan atau dikembalikan, sedangkan lanyard yang masih layak dapat diperiksa dan digunakan kembali oleh personel berikutnya.
Konsep ini membuat perusahaan tidak perlu menganggap setiap pergantian tenaga kontrak sebagai alasan untuk memproduksi lanyard baru.
Sebelum menentukan apakah karyawan kontrak membutuhkan lanyard khusus, perusahaan perlu memisahkan fungsi lanyard dan ID card terlebih dahulu. Keduanya memang digunakan sebagai satu paket ketika dikenakan oleh karyawan, tetapi informasi yang dibawa sebenarnya berbeda.
Lanyard lebih dekat dengan identitas visual perusahaan. Logo, warna corporate, nama perusahaan, pattern, atau elemen branding dapat dicetak secara permanen pada tali. Sementara itu, ID card lebih cocok untuk membawa informasi yang berubah mengikuti orang yang menggunakannya.
Perbedaan fungsi tersebut penting karena data seperti nama, foto, jabatan, nomor karyawan, masa berlaku, atau hak akses tidak selalu permanen.
Penjelasan lebih lengkap mengenai perbedaan fungsi keduanya dapat dilihat pada artikel Perbedaan Lanyard dan ID Card. Artikel tersebut dapat menjadi referensi ketika perusahaan ingin menentukan informasi mana yang sebaiknya ditempatkan pada tali dan mana yang lebih tepat dimasukkan ke dalam kartu.
| Komponen | Fungsi Utama | Sifat Informasi |
|---|---|---|
| Lanyard | Identitas visual perusahaan | Cenderung permanen |
| ID card | Identitas personal | Dapat berubah |
| Foto | Mengenali pemegang kartu | Personal |
| Nama | Identifikasi individu | Personal |
| Jabatan | Informasi pekerjaan | Dapat berubah |
| Masa berlaku | Validasi identitas | Sementara |
Dengan pembagian tersebut, satu lanyard corporate dapat digunakan oleh beberapa orang pada waktu berbeda, sedangkan ID card tetap dibuat berdasarkan identitas masing-masing karyawan.
Status sebagai karyawan kontrak tidak otomatis berarti seseorang harus mendapatkan desain lanyard yang berbeda. Keputusan tersebut sebaiknya ditentukan berdasarkan kebutuhan identifikasi perusahaan.
Jika perusahaan hanya membutuhkan atribut yang menunjukkan bahwa seseorang merupakan bagian dari organisasi, lanyard corporate yang sama dapat digunakan untuk karyawan tetap maupun kontrak. Perbedaan status dapat dicantumkan pada ID card apabila memang diperlukan.
Sebaliknya, perusahaan dapat membuat lanyard dengan desain atau warna berbeda jika terdapat kebutuhan operasional tertentu. Misalnya, petugas keamanan perlu mengenali status personel hanya dengan melihat atribut yang dikenakan.
| Kondisi Perusahaan | Pendekatan |
|---|---|
| Status kontrak tidak perlu terlihat secara langsung | Lanyard corporate yang sama |
| Status tenaga kerja perlu mudah dikenali | Varian warna atau desain dapat dipertimbangkan |
| Masa kerja hanya beberapa bulan | Lanyard reusable + ID card personal |
| Akses berbeda berdasarkan status | ID card dan sistem akses menjadi pembeda utama |
| Lingkungan kerja memiliki kebutuhan keselamatan khusus | Spesifikasi lanyard disesuaikan dengan lingkungan kerja |
Jadi, istilah “lanyard karyawan kontrak” tidak harus berarti “lanyard khusus bertuliskan karyawan kontrak”. Bisa saja yang dimaksud adalah lanyard corporate yang digunakan oleh karyawan dengan status kerja kontrak.
Konsep reusable menjadi menarik ketika perusahaan memiliki tenaga kerja yang masa kerjanya relatif pendek. Daripada menganggap lanyard sebagai barang personal, perusahaan dapat menjadikannya sebagai atribut identitas yang bisa digunakan kembali selama kondisi fisiknya masih layak dan desainnya masih berlaku.
Prinsipnya sederhana: informasi yang bersifat permanen ditempatkan pada lanyard, sedangkan informasi yang mengikuti individu ditempatkan pada ID card.
Contohnya dapat dibuat seperti berikut:
| Pada Lanyard | Pada ID Card |
|---|---|
| Logo perusahaan | Nama karyawan |
| Nama perusahaan | Foto |
| Warna corporate | Jabatan |
| Pattern brand | Departemen |
| Slogan perusahaan | Masa berlaku |
| Elemen visual corporate | Nomor identitas |
Dengan model seperti ini, lanyard tidak terikat kepada satu individu.
Ketika karyawan A selesai bekerja, ID card A tidak lagi digunakan. Namun, lanyard yang masih bagus dapat dipisahkan dan disimpan untuk karyawan B.
Inilah inti dari sistem lanyard reusable.
Masa kerja tiga sampai enam bulan relatif singkat dibandingkan umur penggunaan sebuah lanyard corporate. Karena itu, membuat lanyard yang terlalu personal dapat menyebabkan produk kehilangan fungsi ketika pemakainya sudah tidak lagi bekerja di perusahaan.
Misalnya perusahaan mencetak nama seseorang secara permanen pada tali. Ketika kontrak orang tersebut selesai, tali tersebut mungkin masih dalam kondisi sangat baik. Namun secara fungsi identitas, desainnya sudah tidak dapat digunakan untuk orang lain.
Masalahnya bukan pada kualitas lanyard, tetapi pada desain yang sejak awal tidak dirancang untuk reuse.
Sebaliknya, jika tali hanya memuat logo dan identitas perusahaan, umur manfaatnya dapat lebih panjang. Informasi personal cukup ditempatkan pada ID card yang memang lebih mudah diganti.
Pendekatan seperti ini juga dapat membuat perusahaan lebih fleksibel ketika jumlah tenaga kontrak berubah-ubah.
Desain lanyard merupakan salah satu keputusan penting dalam menentukan apakah produk dapat digunakan kembali atau tidak. Semakin banyak informasi personal yang dicetak permanen pada tali, semakin kecil fleksibilitas penggunaannya.
Nama karyawan, nomor identitas, jabatan tertentu, atau tanggal masa berlaku sebaiknya tidak ditempatkan pada lanyard apabila perusahaan sudah sejak awal merencanakan sistem reusable.
Informasi tersebut lebih cocok berada pada ID card.
Contohnya:
Lanyard: Logo perusahaan + nama perusahaan + warna corporate.
ID card: Nama + foto + jabatan + nomor karyawan + masa berlaku.
Jika karyawan pertama selesai kontrak, ID card diganti. Lanyard tetap dapat digunakan selama masih layak.
Pendekatan tersebut juga membuat desain lanyard lebih konsisten karena tidak harus berubah setiap kali ada pergantian personel.
Tidak semua perusahaan membutuhkan pembeda visual antara karyawan tetap dan kontrak. Sebelum membuat desain khusus, HR dan GA sebaiknya menentukan terlebih dahulu apakah informasi status kerja tersebut memang dibutuhkan secara visual dalam aktivitas sehari-hari.
Jika jawabannya tidak, perusahaan dapat mempertahankan satu desain corporate dan menggunakan ID card sebagai media informasi personal.
Namun, apabila perusahaan memiliki area dengan tingkat akses berbeda, pembeda visual mungkin mempunyai fungsi operasional.
Misalnya:
Yang penting, pembeda tersebut memiliki alasan yang jelas. Jangan membuat banyak desain hanya karena menganggap setiap kategori pekerja harus memiliki tali yang berbeda.
Lanyard karyawan kontrak sebaiknya sudah dipikirkan sejak proses onboarding. Pada hari pertama bekerja, karyawan idealnya sudah menerima identitas yang dapat digunakan untuk mengenali dirinya dan mengakses area kerja sesuai kewenangan.
Karena itu, HR atau GA perlu menentukan apakah lanyard akan menjadi perlengkapan personal atau bagian dari aset identitas perusahaan yang dapat dikembalikan.
Jika menggunakan sistem reusable, alurnya dapat dibuat seperti ini:
Pembahasan tentang kapan perusahaan sebaiknya membuat batch lanyard baru untuk karyawan juga sudah tersedia dalam artikel Lanyard untuk Karyawan Baru, Kapan Lebih Praktis Membuat Batch Baru?. Artikel tersebut lebih fokus pada keputusan batch produksi dan kebutuhan onboarding, sehingga dapat menjadi referensi lanjutan tanpa mengambil fokus artikel ini.
Bagian ini merupakan salah satu perbedaan utama antara sistem lanyard reusable dan lanyard yang dibuat sebagai barang personal.
Ketika kontrak berakhir, perusahaan tidak hanya perlu menonaktifkan status karyawan dalam sistem HR. Jika lanyard merupakan atribut perusahaan, proses offboarding juga dapat mencakup pengembalian perlengkapan identitas.
Alurnya dapat dibuat sederhana:
Dengan demikian, berakhirnya kontrak tidak otomatis berarti satu set lanyard dan ID card harus dibuang seluruhnya.
Hal ini bergantung pada kebijakan perusahaan. Tidak semua perusahaan memperlakukan lanyard sebagai aset yang harus dikembalikan.
Namun, jika sejak awal perusahaan memang menggunakan konsep reusable, aturan pengembalian sebaiknya dibuat jelas. Karyawan perlu mengetahui bahwa tali tersebut merupakan perlengkapan perusahaan, sedangkan ID card merupakan media identitas yang berlaku selama periode tertentu.
Prosedur sederhana dapat dicantumkan dalam checklist offboarding.
| Item | Perlakuan |
|---|---|
| ID card | Dikembalikan atau dinonaktifkan |
| Kartu akses | Dikembalikan dan akses dinonaktifkan |
| Lanyard reusable | Dikembalikan untuk diperiksa |
| Holder | Dapat diperiksa untuk penggunaan ulang |
| Komponen rusak | Dipisahkan untuk replacement |
Yang penting adalah konsistensi. Jika perusahaan meminta lanyard dikembalikan kepada satu karyawan kontrak, tetapi membiarkan atribut yang sama dibawa pulang oleh personel lain, sistem reusable akan sulit berjalan.
Lanyard yang dikembalikan tidak sebaiknya langsung dimasukkan kembali ke stok. Pemeriksaan sederhana diperlukan untuk memastikan produk masih layak digunakan.
Periksa bagian-bagian berikut:
Jika lanyard sudah aus, printing rusak parah, atau aksesori tidak lagi aman digunakan, lebih baik jangan memasukkannya kembali ke stok aktif.
Sebaliknya, lanyard yang masih dalam kondisi baik dapat disimpan dan digunakan kembali.
Reusable dan safety stock memang sama-sama berhubungan dengan pengelolaan persediaan, tetapi keduanya bukan konsep yang sama.
Reusable membahas bagaimana satu lanyard dapat digunakan oleh lebih dari satu personel dalam siklus penggunaannya.
Safety stock membahas berapa banyak persediaan cadangan yang perlu tersedia agar operasional tidak terganggu ketika terjadi kebutuhan tambahan.
LanyardKilat sudah memiliki pembahasan tersendiri mengenai Safety Stock Lanyard ID Card untuk Perusahaan dengan Banyak Karyawan. Karena topik tersebut memiliki intent yang lebih spesifik pada perhitungan stok cadangan, artikel ini cukup mengarahkan pembaca ke sana tanpa mengulang seluruh formulanya.
Begitu pula dengan perhitungan kebutuhan stok tahunan. Artikel Cara Menghitung Kebutuhan Stok Lanyard Perusahaan per Tahun dapat digunakan ketika perusahaan ingin menghitung kebutuhan berdasarkan pertumbuhan personel, replacement, dan pola pengadaan.
Dengan pemisahan tersebut, pembahasan reusable tetap fokus pada lifecycle penggunaan, sedangkan artikel stok tetap menjadi pusat untuk forecasting persediaan.
Perusahaan tidak harus membuat sistem yang rumit. Salah satu pendekatan paling sederhana adalah menggunakan satu desain corporate untuk seluruh karyawan internal.
Contohnya:
| Pengguna | Lanyard | ID Card |
|---|---|---|
| Karyawan tetap | Corporate standard | Data personal |
| Karyawan kontrak | Corporate standard | Data personal + masa berlaku |
| Outsourcing | Sesuai kebijakan perusahaan | Identitas + perusahaan asal |
| Visitor | Visitor | Data kunjungan |
Model ini menjaga konsistensi branding sekaligus memberikan ruang untuk membedakan status pengguna melalui kartu.
Namun, perusahaan tetap dapat memilih sistem berbeda apabila kebutuhan keamanannya mengharuskan pembeda visual yang lebih jelas.
Ada kondisi ketika membuat lanyard khusus memang lebih masuk akal. Misalnya, perusahaan mempunyai kebijakan bahwa tenaga kontrak harus dapat dikenali secara visual oleh petugas keamanan.
Dalam kondisi tersebut, lanyard khusus dapat menggunakan warna berbeda, tulisan tertentu, atau kombinasi elemen visual yang telah ditetapkan perusahaan.
Namun, desain khusus tetap sebaiknya tidak memuat informasi personal yang terlalu spesifik.
Dengan begitu, apabila status pengguna berubah tetapi kategori lanyard masih relevan, tali tersebut tetap dapat digunakan sesuai kebijakan perusahaan.
Setelah sistem penggunaan ditentukan, barulah perusahaan masuk ke tahap spesifikasi produk. Jangan langsung meminta harga hanya berdasarkan jumlah karena vendor masih membutuhkan informasi mengenai penggunaan dan konfigurasi produk.
Data yang perlu disiapkan dapat meliputi:
| Spesifikasi | Contoh Keputusan |
|---|---|
| Jumlah | Sesuai kebutuhan pengguna dan kebijakan stok |
| Lebar | 1,5 cm / 2 cm / 2,5 cm |
| Material | Disesuaikan kebutuhan penggunaan |
| Desain | Corporate standard atau varian tertentu |
| Printing | Logo, nama perusahaan, pattern |
| Pengait | Sesuai holder atau ID card |
| Stopper | Sesuai kebutuhan |
| Safety feature | Sesuai lingkungan kerja |
Untuk kebutuhan pengadaan, artikel Spesifikasi Lanyard Custom: Data yang Perlu Disiapkan Sebelum Meminta Penawaran dapat digunakan sebagai checklist sebelum menghubungi vendor. Fokus artikel tersebut memang pada data yang perlu disiapkan agar proses quotation lebih jelas.
Setidaknya siapkan jumlah, tujuan penggunaan, ukuran, material, desain, aksesori, deadline, dan lokasi pengiriman.
Beberapa perusahaan mungkin memiliki kebutuhan yang membuat satu desain tidak cukup. Misalnya, karyawan tetap, kontrak, visitor, dan vendor harus dibedakan secara visual.
Jika demikian, sebaiknya jumlah varian tetap dibatasi dan dibuat berdasarkan fungsi yang jelas.
| Varian | Tujuan |
|---|---|
| Corporate | Karyawan internal |
| Contract | Pembeda tenaga kontrak jika diperlukan |
| Visitor | Tamu |
| Vendor | Pihak eksternal |
Jangan sampai perusahaan mempunyai terlalu banyak desain hanya karena setiap departemen ingin memiliki warna sendiri. Semakin banyak varian, semakin kompleks pula penyimpanan, pemesanan ulang, dan pengendalian stoknya.
Salah satu manfaat desain corporate yang reusable adalah kemudahan ketika perusahaan melakukan repeat order. Selama desain dan spesifikasi tetap sama, vendor dapat menggunakan master yang telah disepakati sebelumnya.
Ini menjadi penting bagi perusahaan yang rutin merekrut tenaga kontrak. Alih-alih membuat konsep desain baru setiap kali membutuhkan lanyard, perusahaan cukup mengacu pada master specification yang sudah disetujui.
Untuk kebutuhan repeat order, perusahaan sebaiknya menyimpan:
Dengan dokumentasi tersebut, proses pengadaan berikutnya menjadi lebih mudah dan risiko perbedaan antara batch lama dan baru dapat dikurangi.
Kesalahan yang paling sering mengurangi fleksibilitas lanyard reusable adalah membuat tali terlalu personal.
Contohnya mencetak:
Semua informasi tersebut dapat berubah lebih cepat daripada umur fisik lanyard.
Jika perusahaan ingin lanyard digunakan berulang, desain sebaiknya memiliki umur relevansi yang lebih panjang daripada masa kerja satu orang.
Untuk mempermudah penerapan, berikut contoh lifecycle sederhana.
| Tahap | Yang Terjadi |
|---|---|
| Onboarding | Karyawan menerima ID card dan lanyard |
| Masa kerja | Lanyard digunakan sebagai identitas corporate |
| Perubahan data | ID card diperbarui bila diperlukan |
| Kontrak berakhir | ID card dinonaktifkan/dikembalikan |
| Pengembalian | Lanyard diperiksa |
| Reuse | Lanyard layak masuk stok reusable |
| Personel berikutnya | Lanyard digunakan dengan ID card baru |
Konsep ini menunjukkan bahwa lanyard dan ID card tidak harus memiliki lifecycle yang sama.
ID card dapat berganti mengikuti individu. Lanyard dapat tetap mengikuti identitas perusahaan.
Sistem lanyard karyawan kontrak sebenarnya tidak harus rumit. Justru masalah sering muncul karena perusahaan tidak menentukan sejak awal siapa pemilik atribut tersebut dan informasi apa yang bersifat permanen.
Kesalahan-kesalahan tersebut dapat dihindari dengan satu prinsip dasar: buat lanyard sebagai identitas perusahaan dan gunakan ID card sebagai identitas personal.
Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua perusahaan. Keputusan bergantung pada kebutuhan identifikasi, keamanan, akses, kebijakan HR dan GA, serta bagaimana perusahaan ingin mengelola atribut tersebut setelah masa kontrak berakhir.
Jika tidak ada kebutuhan untuk membedakan status secara visual, lanyard corporate yang sama dapat digunakan oleh karyawan tetap dan kontrak. Informasi personal cukup ditempatkan pada ID card.
Jika perusahaan memang membutuhkan pembeda status, lanyard khusus dapat dibuat dengan warna atau elemen desain tertentu. Namun, desain tetap sebaiknya tidak terlalu personal agar masih memiliki fleksibilitas penggunaan.
Pada akhirnya, konsep yang paling penting bukan sekadar memilih antara “lanyard khusus” atau “lanyard biasa”. Yang lebih penting adalah menentukan lifecycle atribut tersebut sejak awal.
Satu lanyard dapat digunakan oleh banyak orang selama identitas permanen berada pada lanyard dan identitas personal berada pada ID card.
Untuk perusahaan yang membutuhkan produksi lanyard custom, spesifikasi seperti ukuran, material, printing, dan aksesori dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan lingkungan kerja. Setelah spesifikasi ditentukan, proses produksi dapat diarahkan ke layanan Cetak Tali Lanyard Custom sesuai konfigurasi yang dibutuhkan.
Tidak selalu. Jika perusahaan tidak membutuhkan pembeda status secara visual, lanyard corporate yang sama dapat digunakan. Informasi mengenai status kontrak dapat ditempatkan pada ID card apabila memang diperlukan.
Bisa, selama desainnya tidak terlalu personal dan kondisi fisiknya masih layak. Lanyard reusable paling mudah diterapkan ketika informasi permanen perusahaan dipisahkan dari informasi personal karyawan.
Boleh jika lanyard memang dibuat sebagai atribut personal. Namun, jika perusahaan ingin menggunakannya kembali untuk personel lain, nama sebaiknya ditempatkan pada ID card.
Jika perusahaan menerapkan sistem reusable, lanyard sebaiknya dikembalikan agar dapat diperiksa dan digunakan kembali. Aturan tersebut perlu menjadi bagian dari prosedur offboarding.
Jika kebutuhan hanya berupa informasi personal, ID card biasanya lebih fleksibel. Lanyard dapat mempertahankan identitas corporate sehingga tidak perlu diganti ketika personel berubah.
Lanyard khusus dapat dipertimbangkan ketika perusahaan membutuhkan pembeda visual berdasarkan status, area kerja, hak akses, atau kebutuhan operasional tertentu.
Periksa kondisi fisiknya terlebih dahulu. Lanyard yang masih layak dapat dipisahkan sebagai reusable stock, sedangkan yang rusak sebaiknya tidak kembali ke stok aktif.
Siapkan jumlah, tujuan penggunaan, ukuran, material, desain, warna, printing, aksesori, jenis holder, deadline, dan kebijakan apakah lanyard akan digunakan kembali. Data tersebut membantu vendor memberikan spesifikasi dan penawaran yang lebih sesuai.