
Kenali jenis font untuk lanyard, mulai dari sans serif, serif, hingga playful. Pelajari cara memilih font yang jelas, menarik, dan cocok untuk lanyard custom.
Lanyard bukan sekadar tali untuk menggantungkan kartu identitas. Dalam berbagai kegiatan, produk ini juga berfungsi sebagai media branding yang dapat memperkenalkan nama perusahaan, logo organisasi, identitas komunitas, atau tema sebuah acara kepada orang-orang di sekitarnya.
Bayangkan lanyard sebagai billboard berjalan dalam ukuran kecil. Pesan yang tercetak di permukaannya bisa terlihat ketika pemakainya menghadiri seminar, konser, pameran, kegiatan kampus, hingga aktivitas kerja sehari-hari. Namun, manfaat tersebut tidak akan maksimal jika tulisan pada lanyard sulit dibaca.
Di sinilah pemilihan font memegang peranan penting. Jenis huruf yang tepat membantu nama dan pesan tetap terbaca, membuat desain terlihat lebih profesional, sekaligus memperkuat karakter visual sebuah brand. Sebaliknya, font yang terlalu rumit atau terlalu tipis bisa membuat tulisan sulit dikenali, terutama ketika dicetak pada permukaan tali yang relatif sempit.
Karena itu, memilih font untuk lanyard custom sebaiknya tidak hanya berdasarkan selera atau tampilan yang terlihat menarik di layar komputer. Anda juga perlu mempertimbangkan tujuan penggunaan, target audiens, warna desain, lebar tali, dan jumlah teks yang akan dicetak.
Font memengaruhi cara orang mengenali informasi dan menilai tampilan sebuah produk. Pada lanyard perusahaan, misalnya, tulisan yang bersih dan konsisten dapat mendukung kesan profesional. Sementara itu, lanyard festival musik atau komunitas kreatif mungkin membutuhkan karakter huruf yang lebih ekspresif untuk menggambarkan suasana acara.
Ada beberapa alasan mengapa pemilihan font perlu diperhatikan sejak tahap desain.
Lanyard umumnya memiliki bidang cetak yang memanjang, tetapi lebarnya terbatas. Tulisan yang terlihat jelas pada desain berukuran besar belum tentu tetap nyaman dibaca setelah diterapkan pada tali selebar 1,5 cm atau 2 cm.
Font dengan bentuk huruf yang jelas, jarak antarkarakter yang cukup, dan ketebalan yang sesuai akan membantu informasi lebih mudah dikenali. Hal ini penting terutama jika desain memuat nama perusahaan, alamat situs, slogan, atau teks yang diulang sepanjang tali.
Font merupakan bagian dari identitas visual. Jika perusahaan menggunakan tipografi tertentu pada logo, kartu nama, seragam, dan materi promosi, penggunaan karakter huruf yang selaras pada lanyard dapat membantu menjaga konsistensi merek.
Namun, konsistensi tidak berarti semua teks harus menggunakan font logo. Logo dapat dipertahankan sesuai desain aslinya, sedangkan nama perusahaan atau teks pendukung menggunakan jenis huruf yang lebih mudah dibaca.
Font yang sesuai membuat elemen desain terlihat menyatu. Sebaliknya, terlalu banyak jenis huruf, penggunaan efek berlebihan, atau kombinasi karakter yang sulit dibaca dapat membuat desain terasa penuh dan kurang terarah.
Untuk kebutuhan pengadaan perusahaan, instansi, kampus, atau penyelenggara acara, keterbacaan biasanya perlu diprioritaskan bersama estetika. Lanyard yang menarik bukan hanya terlihat bagus pada mockup, tetapi juga mampu menyampaikan informasi ketika sudah menjadi produk fisik.
Tidak semua font memiliki karakter dan kegunaan yang sama. Sebelum menentukan jenis huruf, pertimbangkan beberapa faktor berikut agar desain tidak hanya menarik di layar, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan produksi.
Pertama, tentukan lanyard tersebut akan digunakan untuk kegiatan apa. Lanyard konser musik, seminar akademik, identitas karyawan, dan komunitas hobi memiliki kebutuhan visual yang berbeda.
Untuk konser atau festival, font tebal dengan karakter dinamis bisa membantu membangun suasana acara. Lanyard seminar atau kegiatan institusi biasanya lebih cocok menggunakan font yang rapi dan mudah dibaca. Sementara itu, lanyard perusahaan sebaiknya mengikuti pedoman identitas visual agar tampil konsisten dengan materi branding lainnya.
Pada lanyard komunitas, pilihan font dapat disesuaikan dengan karakter anggotanya. Komunitas pecinta alam, misalnya, bisa menggunakan tipografi yang sederhana dengan elemen visual bertema alam. Komunitas gaming dapat memilih font yang lebih futuristik, selama bentuk hurufnya tetap terbaca ketika dicetak dalam ukuran kecil.
Target pengguna turut memengaruhi karakter font yang dipilih. Acara anak-anak mungkin membutuhkan tipografi yang ceria, sedangkan kegiatan profesional cenderung lebih sesuai dengan huruf yang bersih dan teratur.
Meski demikian, jangan menjadikan usia audiens sebagai satu-satunya patokan. Konteks acara, identitas penyelenggara, dan informasi yang harus ditampilkan juga perlu dipertimbangkan. Font playful tidak selalu cocok untuk semua kegiatan anak muda, sebagaimana font formal tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk setiap institusi.
Kontras antara tulisan dan latar belakang menentukan seberapa mudah teks dikenali. Tulisan berwarna terang dapat terlihat jelas di atas latar gelap, sedangkan tulisan gelap umumnya lebih mudah dibaca di atas latar terang.
Hindari kombinasi warna dengan tingkat kecerahan yang terlalu mirip, terutama jika tulisan berukuran kecil. Sebaiknya, periksa desain dalam ukuran yang mendekati ukuran cetak sebenarnya, bukan hanya memperbesar tampilannya di monitor.
Selain itu, perhatikan pola dan elemen grafis di belakang tulisan. Jika latar belakang sudah ramai, gunakan font yang sederhana dan pastikan area teks tetap memiliki kontras memadai.
Lebar tali berpengaruh terhadap ruang yang tersedia untuk tulisan. Lanyard custom umumnya dibuat dengan pilihan lebar 1,5 cm, 2 cm, dan 2,5 cm. Setiap ukuran memberikan ruang desain yang berbeda sehingga penempatan teks perlu disesuaikan.
Pada tali yang lebih sempit, nama atau slogan panjang mungkin perlu menggunakan ukuran huruf lebih kecil. Namun, mengecilkan huruf terus-menerus bukan solusi yang ideal. Jika tulisan menjadi terlalu rapat, pertimbangkan untuk mempersingkat teks, mengatur ulang komposisi, atau memanfaatkan area desain dengan lebih efisien.
Sebelum desain masuk produksi, periksa kembali ukuran teks, ketebalan huruf, jarak antarkarakter, dan keterbacaan keseluruhan. Jika masih ragu menentukan spesifikasi produk, Anda dapat melihat informasi layanan cetak tali lanyard custom untuk memahami pilihan ukuran dan karakteristik produk yang tersedia.
Setiap jenis font mempunyai karakter visual yang berbeda. Ada yang terlihat bersih dan modern, ada yang memberikan kesan formal, dan ada pula yang tampil ekspresif. Pilihan terbaik bergantung pada identitas yang ingin ditampilkan serta seberapa banyak informasi yang harus dicetak pada tali.
Berikut tiga kategori font yang bisa menjadi titik awal ketika merancang lanyard untuk perusahaan, instansi, kampus, komunitas, maupun acara khusus.
Contoh font: Arial, Helvetica, Open Sans, Roboto, dan Montserrat.
Font sans serif merupakan jenis huruf yang tidak memiliki garis kecil atau kait pada ujung karakter. Bentuknya cenderung sederhana sehingga cocok untuk desain yang mengutamakan kejelasan dan tampilan modern.
Jenis font ini banyak dipertimbangkan untuk lanyard perusahaan, seminar, pameran, kegiatan kampus, dan acara teknologi. Bentuk hurufnya relatif mudah dikenali, terutama ketika teks dibuat dalam ukuran kecil atau diulang sepanjang tali.
Namun, tidak semua font sans serif otomatis mudah dibaca. Pilih bobot huruf atau font weight yang sesuai. Huruf yang terlalu tipis dapat kehilangan ketegasan ketika ukurannya diperkecil, sedangkan huruf yang terlalu tebal bisa membuat ruang antarkarakter terasa sempit.
Contoh penerapan:
Lanyard perusahaan: gunakan Arial, Open Sans, atau Helvetica untuk nama perusahaan dan teks identitas.
Lanyard event teknologi: gunakan Roboto atau Montserrat dengan komposisi geometris dan warna kontras.
Lanyard organisasi: gunakan sans serif yang sederhana agar nama organisasi dan informasi pendukung mudah dikenali.
Untuk desain yang mengulang nama perusahaan atau alamat situs, sans serif sering menjadi pilihan praktis karena bentuknya tidak terlalu rumit. Meski begitu, tetap periksa hasil desain dalam ukuran sebenarnya sebelum menentukan file final.
Visual yang disarankan: font-sans-serif-untuk-lanyard.webp — tampilkan contoh tulisan sans serif pada tali lanyard dengan ukuran huruf yang proporsional.
Contoh font: Georgia, Garamond, Times New Roman, dan Playfair Display.
Berbeda dengan sans serif, font serif memiliki detail tambahan berupa garis kecil atau kait pada ujung sebagian karakter. Karakter tersebut dapat memberikan kesan klasik, formal, elegan, atau institusional, tergantung jenis font dan komposisi desainnya.
Font serif bisa dipertimbangkan untuk lanyard institusi pendidikan, kegiatan kebudayaan, museum, organisasi formal, atau acara yang mengusung identitas klasik. Penggunaannya juga dapat membantu desain terasa berbeda dari lanyard korporat yang umumnya memakai tipografi sederhana.
Meski menarik secara visual, detail serif perlu diperhatikan ketika teks dicetak dalam ukuran kecil. Font dengan goresan sangat tipis dan tebal yang kontras bisa terlihat kurang jelas jika dipaksakan pada ruang cetak yang terbatas.
Contoh penerapan:
Lanyard universitas: gunakan Georgia atau Garamond jika sesuai dengan identitas visual institusi.
Lanyard museum atau kegiatan budaya: gunakan serif untuk mendukung karakter klasik dan historis.
Lanyard acara resmi: gunakan serif pada nama acara atau elemen tertentu, dengan teks pendukung yang tetap mudah dibaca.
Untuk kebutuhan identitas perusahaan atau instansi, font serif sebaiknya dipilih berdasarkan pedoman branding yang berlaku. Jangan mengganti font logo resmi hanya karena ingin mendapatkan kesan yang lebih elegan.
Visual yang disarankan: font-serif-untuk-lanyard.webp — tampilkan contoh font serif pada lanyard dengan komposisi yang rapi dan tidak terlalu padat.
Contoh font: Fredoka, Baloo 2, Comic Sans MS, dan Pacifico untuk penggunaan dekoratif yang sesuai.
Font playful memiliki karakter yang lebih santai, unik, atau ekspresif. Jenis ini dapat digunakan untuk lanyard acara anak-anak, festival, komunitas kreatif, kegiatan sekolah, atau acara yang ingin menampilkan suasana menyenangkan.
Pemilihan font playful sebaiknya disesuaikan dengan fungsi tulisan. Font dekoratif dapat menarik perhatian pada nama acara atau slogan pendek, tetapi belum tentu ideal untuk teks panjang, alamat situs, atau informasi identitas yang harus dibaca dengan cepat.
Perlu diperhatikan juga bahwa tidak semua font dekoratif memiliki tingkat keterbacaan yang sama. Font bergaya tulisan tangan, misalnya, bisa terlihat menarik pada kata pendek, tetapi berpotensi sulit dibaca ketika karakter terlalu menyambung atau ukurannya terlalu kecil.
Contoh penerapan:
Lanyard kegiatan anak: gunakan Fredoka atau Baloo 2 untuk menciptakan tampilan yang ramah.
Lanyard festival kreatif: gunakan font dekoratif pada nama acara, sementara informasi lainnya memakai font sederhana.
Lanyard komunitas seni: gunakan tipografi ekspresif yang tetap sejalan dengan tema visual komunitas.
Untuk desain yang memadukan font playful dengan ilustrasi atau pola berwarna-warni, jaga agar tulisan tidak tenggelam di antara elemen grafis. Gunakan kontras yang cukup dan hindari terlalu banyak variasi font dalam satu desain.
Visual yang disarankan: font-playful-untuk-lanyard.webp — tampilkan contoh font playful pada lanyard dengan warna cerah, tetapi tulisan tetap terbaca.
Boleh. Menggabungkan dua font dapat membantu membedakan nama perusahaan, nama acara, dan informasi pendukung. Namun, kombinasi tersebut perlu memiliki tujuan yang jelas.
Misalnya, nama acara menggunakan font tebal, sedangkan alamat situs atau teks identitas menggunakan sans serif yang lebih sederhana. Perbedaan karakter membantu membentuk hierarki visual tanpa membuat desain terlihat berantakan.
Agar hasilnya tetap rapi, perhatikan tiga hal berikut:
Batasi variasi: dua font yang saling melengkapi umumnya sudah cukup untuk desain lanyard.
Tentukan prioritas: nama atau informasi utama boleh lebih menonjol daripada teks pendukung.
Jaga konsistensi: gunakan kombinasi yang sama di sepanjang pola desain, kecuali ada alasan visual yang kuat untuk membedakannya.
Jika lanyard dibuat untuk perusahaan atau instansi, periksa apakah organisasi tersebut sudah memiliki font resmi. Konsistensi identitas visual biasanya lebih penting daripada menambahkan variasi tipografi yang tidak diperlukan.
Selain karakter font, lebar tali juga memengaruhi bagaimana teks ditata. Pilihan font yang terlihat bagus pada desain berukuran besar belum tentu memberikan hasil yang sama ketika diterapkan pada tali lanyard.
| Lebar lanyard | Pendekatan desain yang disarankan |
|---|---|
| 1,5 cm | Utamakan teks ringkas, bentuk huruf jelas, dan komposisi sederhana. |
| 2 cm | Memberikan ruang yang lebih fleksibel untuk nama, logo, dan teks pendukung. |
| 2,5 cm | Memungkinkan eksplorasi komposisi yang lebih luas, tetapi tetap perlu menjaga keterbacaan. |
Tabel tersebut merupakan acuan awal, bukan batas ukuran font yang berlaku untuk semua desain. Ukuran huruf yang tepat juga dipengaruhi oleh panjang teks, bentuk karakter, jarak pengulangan, serta ruang yang digunakan untuk logo dan elemen grafis.
Untuk lanyard 1,5 cm, prioritaskan nama atau pesan utama. Hindari memasukkan terlalu banyak informasi hanya karena ingin memanfaatkan seluruh permukaan tali.
Untuk lanyard 2 cm, Anda dapat mengatur nama atau logo bersama teks pendukung selama komposisinya masih seimbang. Sans serif sering menjadi pilihan praktis untuk kebutuhan ini.
Untuk lanyard 2,5 cm, ruang tambahan dapat dimanfaatkan untuk komposisi yang lebih ekspresif atau teks yang relatif panjang. Namun, lebar tali yang lebih besar bukan berarti seluruh permukaannya harus dipenuhi tulisan.
Apa pun ukuran yang dipilih, periksa desain pada skala cetak yang mendekati ukuran produk sebenarnya. Jika memungkinkan, mintalah pemeriksaan file desain sebelum produksi agar teks yang terlalu kecil, tipis, atau rapat dapat diperbaiki lebih awal.
Desain lanyard yang menarik tidak selalu menghasilkan cetakan yang mudah dibaca. Ada beberapa kesalahan tipografi yang sering luput ketika desain hanya diperiksa melalui layar komputer atau ponsel.
Font dengan goresan sangat tipis memang dapat terlihat elegan pada desain digital. Namun, ketika diterapkan pada teks berukuran kecil, detailnya bisa lebih sulit terlihat.
Untuk nama perusahaan, tulisan identitas, atau teks yang diulang sepanjang tali, pilih ketebalan huruf yang cukup jelas. Hindari langsung menggunakan ukuran paling kecil tanpa memeriksa hasil desain pada skala sebenarnya.
Menggabungkan banyak font dalam satu desain dapat membuat tampilan kurang konsisten. Nama perusahaan, slogan, dan informasi pendukung akhirnya saling bersaing untuk mendapatkan perhatian.
Sebaiknya gunakan satu atau dua jenis font yang saling melengkapi. Jika identitas visual perusahaan sudah memiliki tipografi resmi, jadikan itu sebagai acuan utama.
Tulisan dengan warna yang hampir sama dengan latar belakang akan sulit dikenali. Contohnya, teks biru tua di atas latar hitam atau teks kuning pucat di atas latar putih.
Sebelum file dikirim ke produksi, periksa kontras tulisan dan latar belakang. Jika desain menggunakan gradasi atau pola yang ramai, pertimbangkan penataan ulang agar teks tetap terlihat jelas.
Permukaan lanyard memanjang, tetapi ruang yang tersedia tetap terbatas. Memasukkan nama perusahaan, slogan, alamat situs, nomor telepon, dan pesan promosi sekaligus bisa membuat tulisan terlalu rapat.
Tentukan informasi yang benar-benar penting. Untuk kebutuhan branding, nama dan logo perusahaan mungkin sudah cukup. Jika ada informasi tambahan, pilih yang paling relevan dengan tujuan penggunaan lanyard.
Desain yang terlihat jelas ketika diperbesar belum tentu terbaca ketika dicetak dalam ukuran sebenarnya. Hal ini terutama berlaku untuk font dekoratif, huruf kapital yang rapat, dan teks dengan detail tipis.
Karena itu, lakukan pemeriksaan skala desain sebelum menyetujui produksi. Jangan hanya menilai tampilan dari mockup yang diperbesar.
Setelah menentukan font, langkah berikutnya adalah memastikan file desain siap diproses. Tahap ini penting agar tampilan tipografi tidak berubah ketika file dibuka pada komputer atau aplikasi desain yang berbeda.
Berikut beberapa hal yang perlu diperiksa.
Jika file desain masih menggunakan font yang belum tersedia pada komputer penerima, tampilan huruf bisa berubah ketika file dibuka. Perubahan ini berpotensi menggeser posisi teks atau mengubah komposisi desain.
Salah satu cara yang umum digunakan adalah mengubah teks menjadi outline atau kurva pada aplikasi desain vektor. Dengan demikian, bentuk huruf dipertahankan sebagai objek grafis, bukan lagi bergantung pada font yang terpasang.
Namun, simpan juga salinan file yang masih dapat diedit sebelum melakukan konversi. File asli tersebut berguna jika nantinya ada revisi nama, slogan, atau informasi lainnya.
Pastikan teks berada dalam area desain yang semestinya dan tidak terlalu dekat dengan tepi. Periksa juga jarak antara teks, logo, serta elemen grafis lain.
Untuk desain berulang, perhatikan sambungan pola agar tulisan tidak tampak terputus secara tidak sengaja. Jika terdapat elemen yang memang dirancang terpotong atau berulang, pastikan pola tersebut sudah sesuai dengan konsep desain.
Format file yang diperlukan dapat berbeda-beda, bergantung pada alur kerja dan aplikasi yang digunakan. File vektor seperti AI, EPS, atau PDF yang sesuai dapat membantu mempertahankan ketajaman elemen grafis. File gambar raster juga dapat digunakan apabila resolusi dan spesifikasinya memenuhi kebutuhan produksi.
Jangan menganggap semua PDF otomatis siap cetak atau semua gambar beresolusi tinggi pasti benar. Pastikan ukuran dokumen, kualitas elemen, warna, dan seluruh teks sudah diperiksa sesuai arahan penyedia jasa produksi.
Sebelum proses cetak dimulai, periksa kembali ejaan nama, logo, warna, ukuran tali, jenis aksesori, dan susunan tulisan. Kesalahan pada tahap ini lebih mudah diperbaiki dibandingkan setelah produk selesai dibuat.
Jika Anda belum yakin dengan ukuran atau penempatan tulisan, konsultasikan file desain terlebih dahulu. Untuk mengetahui pilihan spesifikasi produk, Anda dapat mengunjungi halaman cetak tali lanyard custom.
Sebagai rangkuman, berikut beberapa prinsip praktis yang dapat digunakan sebelum menentukan desain final:
Utamakan keterbacaan. Pilih bentuk huruf yang mudah dikenali, terutama untuk teks utama dan informasi identitas.
Sesuaikan dengan karakter acara atau brand. Font perusahaan, kegiatan akademik, dan festival tidak harus menggunakan gaya yang sama.
Perhatikan lebar tali. Sesuaikan ukuran dan jumlah teks dengan ruang yang tersedia pada lanyard 1,5 cm, 2 cm, atau 2,5 cm.
Jaga kontras warna. Pastikan tulisan tidak menyatu dengan latar belakang.
Batasi variasi font. Gunakan kombinasi tipografi secukupnya agar desain tetap konsisten.
Periksa file sebelum produksi. Pastikan font, posisi tulisan, ejaan, dan spesifikasi desain sudah sesuai.
Jika Anda sedang menyiapkan desain dari awal, artikel cara mendesain lanyard yang profesional dapat menjadi referensi untuk memahami komposisi desain secara lebih menyeluruh. Sementara itu, jika Anda membuat desain melalui Canva, lihat juga pembahasan tentang ukuran lanyard di Canva.
Tidak ada satu font yang paling bagus untuk semua kebutuhan. Arial, Open Sans, Roboto, dan Montserrat dapat menjadi pilihan awal untuk desain modern. Georgia atau Garamond dapat dipertimbangkan untuk tampilan formal, sedangkan Fredoka atau Baloo 2 cocok untuk konsep yang lebih ceria. Pilihan akhir tetap perlu disesuaikan dengan ukuran teks dan karakter desain.
Sans serif sering menjadi pilihan praktis karena bentuk hurufnya relatif sederhana. Namun, hasilnya tetap bergantung pada jenis font, ketebalan, ukuran, jarak antarkarakter, dan kontras warna. Font serif juga dapat digunakan jika detail hurufnya tetap terbaca pada ukuran cetak.
Boleh, terutama untuk nama acara, slogan pendek, atau desain komunitas. Untuk informasi penting yang harus mudah dikenali, sebaiknya gunakan font yang lebih sederhana. Anda juga dapat menggabungkan font dekoratif dengan sans serif agar desain tetap menarik sekaligus fungsional.
Ya. Lebar tali memengaruhi ruang yang tersedia untuk tulisan dan elemen desain lainnya. Lanyard 1,5 cm biasanya memerlukan komposisi yang lebih ringkas, sedangkan lebar 2 cm dan 2,5 cm memberi ruang yang lebih fleksibel. Namun, ukuran huruf tetap harus disesuaikan dengan panjang teks dan keterbacaannya.
Tidak ada ukuran font universal yang berlaku untuk semua desain lanyard. Ukuran ideal dipengaruhi oleh lebar tali, bentuk huruf, jumlah teks, dan jarak pengulangan desain. Cara terbaik adalah memeriksa desain dalam skala cetak sebenarnya dan mengonsultasikan spesifikasinya sebelum produksi.
Mengubah teks menjadi outline atau kurva dapat membantu mempertahankan bentuk huruf ketika file dibuka pada perangkat yang tidak memiliki font tersebut. Namun, simpan salinan file yang masih bisa diedit dan ikuti format serta ketentuan file yang diminta oleh penyedia jasa cetak.
Tidak selalu. Logo sebaiknya dipertahankan sesuai identitas visual resminya. Teks tambahan, seperti nama perusahaan atau slogan, dapat menggunakan font pendamping yang mudah dibaca selama tetap konsisten dengan pedoman branding perusahaan.
Anda dapat menanyakan layanan pemeriksaan file desain kepada penyedia jasa sebelum produksi. Pemeriksaan ini dapat membantu mengidentifikasi teks yang terlalu kecil, komposisi yang terlalu padat, atau masalah pada file. Ketersediaan dan cakupan pemeriksaan perlu dikonfirmasikan langsung kepada penyedia jasa.
Memilih font untuk lanyard bukan hanya soal mencari huruf yang terlihat menarik. Anda juga perlu memastikan tulisan mudah dikenali, sesuai dengan identitas brand, dan memiliki komposisi yang tepat untuk ukuran tali yang digunakan.
Jika desain sudah siap, Anda dapat berkonsultasi mengenai kebutuhan produksi melalui layanan cetak tali lanyard custom LanyardKilat. Pilihan lebar tali, desain, dan aksesori dapat disesuaikan dengan kebutuhan acara, perusahaan, komunitas, maupun instansi.
Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, hubungi tim LanyardKilat melalui WhatsApp di 0813-1650-9191. Sampaikan kebutuhan, jumlah pesanan, ukuran tali, dan desain yang dimiliki agar spesifikasi produksi dapat dibicarakan dengan lebih jelas.