
paket identitas fisik karyawan terdiri dari lanyard, ID card, dan card holder. Untuk kebutuhan yang lebih lengkap, perusahaan juga bisa menambahkan aksesori tertentu sesuai lingkungan kerja.
Ketika sebuah perusahaan menyiapkan identitas untuk karyawan, biasanya hal pertama yang terpikir adalah membuat ID card. Karyawan diberi kartu identitas berisi nama, foto, jabatan, dan mungkin nomor karyawan. Setelah itu, kartu tersebut dibagikan dan dianggap selesai.
Padahal dalam penggunaan sehari-hari, ID card saja sebenarnya belum cukup. Kartu perlu dibawa, digantung, mudah terlihat ketika diperlukan, dan tetap terlindungi dari risiko lecet atau rusak. Dari kebutuhan yang sederhana inilah kemudian muncul beberapa produk lain yang saling melengkapi.
Biasanya, paket identitas fisik karyawan terdiri dari lanyard, ID card, dan card holder. Untuk kebutuhan yang lebih lengkap, perusahaan juga bisa menambahkan aksesori tertentu sesuai lingkungan kerja. Bahkan desain visual perusahaan dapat dikembangkan lebih jauh ke produk seperti keychain custom untuk perusahaan sebagai merchandise atau bagian dari perlengkapan internal.
Jadi, kalau selama ini produk-produk tersebut terlihat seperti barang yang berdiri sendiri, sebenarnya semuanya bisa dipandang sebagai satu kesatuan.
Secara sederhana, paket identitas perusahaan adalah kumpulan perlengkapan fisik yang digunakan untuk membantu karyawan membawa dan menampilkan identitasnya dengan lebih rapi. Bukan hanya kartunya, tetapi juga semua produk yang membuat kartu tersebut nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Setiap perusahaan tentu tidak memiliki kebutuhan yang persis sama. Perusahaan dengan aktivitas kantor mungkin cukup membutuhkan lanyard, ID card, dan card holder. Sementara perusahaan dengan jumlah karyawan besar, lingkungan kerja tertentu, atau kebutuhan akses yang lebih kompleks mungkin memerlukan pilihan aksesori yang berbeda.
Karena itu, paket identitas tidak harus selalu berarti membeli semua produk yang tersedia sekaligus. Yang lebih penting adalah memilih kombinasi produk yang memang sesuai dengan kebutuhan penggunaannya.
Secara umum, kebutuhan tersebut dapat dibagi menjadi beberapa komponen utama:
Lanyard sebagai media untuk menggantung identitas.
ID card sebagai pusat informasi identitas karyawan.
Card holder untuk menempatkan dan melindungi kartu.
Aksesori lanyard seperti stopper, buckle, atau safety breakaway bila diperlukan.
Keychain custom sebagai pengembangan identitas visual ke merchandise atau perlengkapan perusahaan.
Dari lima komponen tersebut, tiga yang pertama biasanya menjadi dasar utama untuk kebutuhan identitas karyawan.
ID card memang menjadi pusat dari identitas karyawan. Di sanalah biasanya informasi penting ditempatkan, mulai dari nama, foto, jabatan, hingga identitas perusahaan. Namun, setelah kartu selesai dibuat, masih ada pertanyaan berikutnya: bagaimana kartu tersebut akan digunakan setiap hari?
Jika hanya disimpan di dompet atau tas, ID card tentu tidak selalu mudah ditunjukkan ketika dibutuhkan. Karyawan juga harus mengambil kartu terlebih dahulu setiap kali masuk ke area tertentu atau saat diminta menunjukkan identitas. Dalam situasi seperti ini, penggunaan lanyard dan card holder membuat ID card menjadi lebih praktis.
Lanyard memungkinkan kartu dikenakan di leher, sedangkan card holder membantu menjaga kartu tetap berada pada tempatnya. Kombinasi ini membuat identitas lebih mudah dibawa sekaligus lebih mudah terlihat.
Kalau dilihat sebagai satu sistem, masing-masing produk sebenarnya memiliki peran yang berbeda:
|
Produk |
Peran Utama |
|
Lanyard |
Menggantung dan membawa ID card |
|
ID Card |
Menampilkan informasi identitas |
|
Card Holder |
Menempatkan dan melindungi ID card |
Ketiga produk tersebut bekerja bersama. Karena itu, saat perusahaan sedang menyiapkan identitas untuk karyawan baru atau melakukan pembaruan identitas seluruh tim, biasanya lebih praktis jika kebutuhan ini direncanakan sejak awal sebagai satu paket.
Kalau ID card berisi informasi identitas, lanyard justru menjadi salah satu bagian yang paling sering terlihat dari kejauhan. Ketika digunakan setiap hari oleh banyak karyawan, tali yang dikenakan di leher ini secara tidak langsung menjadi bagian dari tampilan visual di lingkungan kerja.
Itulah sebabnya banyak perusahaan memilih membuat lanyard custom dengan desain khusus. Logo perusahaan, warna utama, nama brand, atau elemen grafis tertentu dapat diterapkan pada permukaan lanyard. Saat digunakan bersama-sama, tampilannya menjadi lebih seragam dibanding menggunakan tali polos yang berbeda-beda.
Di LanyardKilat, kebutuhan lanyard untuk perusahaan dapat disesuaikan mulai dari ukuran, desain, hingga aksesori yang digunakan. Pemilihannya tentu tidak harus selalu yang paling besar atau paling lengkap. Yang penting adalah menyesuaikan dengan cara lanyard tersebut akan digunakan.
Beberapa hal yang biasanya dipertimbangkan saat memilih lanyard perusahaan antara lain:
Lebar lanyard.
Desain dan warna.
Jenis bahan.
Jenis hook atau kait.
Penggunaan stopper.
Kebutuhan buckle.
Kebutuhan safety breakaway.
Untuk kebutuhan identitas karyawan sehari-hari, lanyard dengan desain yang nyaman dibaca biasanya lebih efektif dibanding desain yang terlalu penuh. Logo tidak perlu dibuat sebesar mungkin. Yang lebih penting adalah identitas perusahaan tetap terlihat jelas ketika lanyard dikenakan.
Setelah lanyard, bagian berikutnya tentu adalah ID card itu sendiri. Di sinilah informasi mengenai pemilik identitas ditampilkan. Lanyard membantu membawa kartu, tetapi orang tetap melihat ID card ketika ingin mengetahui siapa pemakainya.
Karena digunakan sebagai pusat informasi, desain ID card sebaiknya tidak hanya mengejar tampilan menarik. Informasi penting harus tetap mudah dibaca. Nama karyawan, foto, jabatan, serta identitas perusahaan perlu memiliki susunan yang jelas agar kartu tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
Isi ID card bisa berbeda-beda tergantung kebutuhan perusahaan. Ada yang cukup menggunakan informasi dasar, sementara perusahaan tertentu menambahkan kode karyawan, divisi, QR code, atau informasi lain sesuai sistem internalnya.
Beberapa informasi yang umum terdapat pada ID card perusahaan adalah:
Nama perusahaan.
Logo perusahaan.
Nama karyawan.
Foto karyawan.
Jabatan atau divisi.
Nomor identitas karyawan.
QR code atau barcode bila diperlukan.
Yang perlu diperhatikan, desain lanyard dan desain ID card sebaiknya tetap memiliki hubungan visual. Tidak harus menggunakan desain yang persis sama, tetapi penggunaan warna dan elemen utama yang konsisten dapat membuat keseluruhan paket terlihat lebih rapi.
Setelah ID card selesai dibuat, kartu masih membutuhkan tempat untuk digunakan bersama lanyard. Di sinilah fungsi card holder menjadi penting. Holder bukan hanya tambahan pelengkap, tetapi menjadi penghubung antara kartu identitas dengan lanyard yang dikenakan.
Tanpa holder, ID card bisa lebih mudah tertekuk, lecet, atau mengalami kerusakan akibat penggunaan berulang. Apalagi jika karyawan sering bergerak, bekerja di lapangan, atau harus membawa kartu setiap hari.
Pemilihan card holder juga sebaiknya disesuaikan dengan bentuk dan cara penggunaan kartu. Ada perusahaan yang menggunakan posisi horizontal, sementara yang lain menggunakan posisi vertikal. Bahan dan model holder pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Sebelum memilih, beberapa hal yang bisa dipertimbangkan adalah:
Posisi kartu horizontal atau vertikal.
Ukuran ID card yang digunakan.
Intensitas penggunaan sehari-hari.
Kebutuhan perlindungan kartu.
Tampilan yang ingin disesuaikan dengan lingkungan kerja.
Jadi, ketika membicarakan paket identitas perusahaan, sebenarnya ketiga produk ini sulit dipisahkan. Lanyard membawa kartu, ID card menampilkan identitas, dan card holder membantu melindungi sekaligus menempatkan kartu tersebut.
Untuk sebagian besar perusahaan, kebutuhan dasar sebenarnya cukup dimulai dari tiga produk tadi. Tidak perlu langsung menambahkan semua jenis aksesori hanya karena ingin paket terlihat lebih lengkap.
Justru, memilih produk berdasarkan fungsi biasanya membuat pengadaan lebih efisien. Perusahaan bisa fokus terlebih dahulu pada kebutuhan utama seluruh karyawan, kemudian menambahkan produk lain apabila memang diperlukan.
Secara sederhana, paket dasar dapat digambarkan seperti ini:
Lanyard + ID Card + Card Holder
Kombinasi ini sudah memenuhi kebutuhan utama untuk membawa, menampilkan, dan melindungi identitas karyawan. Setelah kebutuhan dasar tersebut terpenuhi, barulah perusahaan dapat mempertimbangkan apakah perlu menambahkan stopper, buckle, safety breakaway, atau produk lain.
Untuk kebutuhan yang lebih lengkap, paket identitas ini juga dapat berkembang. Bukan hanya untuk penggunaan sehari-hari oleh karyawan, tetapi juga untuk kegiatan onboarding, event internal, hadiah perusahaan, hingga merchandise yang membawa identitas visual brand.
Setelah memahami bahwa lanyard, ID card, dan card holder merupakan satu paket yang saling melengkapi, pertanyaan berikutnya biasanya mulai masuk ke hal yang lebih teknis. Lanyard seperti apa yang sebaiknya dipilih untuk karyawan? Apakah cukup menggunakan tali yang kecil, perlu yang lebih lebar, atau harus memakai aksesori tambahan?
Jawabannya sebenarnya tidak bisa disamaratakan. Kebutuhan lanyard untuk karyawan kantor tentu bisa berbeda dengan karyawan retail, tim lapangan, panitia event perusahaan, atau lingkungan kerja yang mengharuskan kartu selalu dikenakan.
Karena itu, pemilihan lanyard sebaiknya dimulai dari cara penggunaannya. Setelah itu baru menentukan ukuran, bahan, jenis kait, dan aksesori yang memang diperlukan. Dengan begitu, paket identitas perusahaan tidak dibuat sekadar lengkap, tetapi benar-benar nyaman dipakai sehari-hari.
Ukuran lebar lanyard menjadi salah satu hal pertama yang perlu ditentukan. Lebar ini akan memengaruhi ruang untuk desain sekaligus tampilan lanyard ketika dikenakan. Semakin lebar tali, semakin banyak ruang yang tersedia untuk menampilkan logo, tulisan, atau elemen visual perusahaan.
Namun, bukan berarti lanyard yang paling lebar selalu menjadi pilihan terbaik. Untuk penggunaan harian, kenyamanan dan tampilan desain tetap perlu dipertimbangkan. Lanyard yang terlalu lebar untuk desain sederhana juga bisa terasa kurang proporsional, sedangkan lanyard yang terlalu kecil dapat membuat identitas visual perusahaan kurang terlihat.
Secara umum, ukuran berikut dapat menjadi titik awal saat memilih:
|
Lebar Lanyard |
Karakter Penggunaan |
|
15 mm |
Lebih ringkas dan cocok untuk desain sederhana |
|
20 mm |
Pilihan seimbang untuk penggunaan karyawan sehari-hari |
|
25 mm |
Memberikan ruang desain lebih besar dan tampilan lebih menonjol |
Untuk banyak kebutuhan perusahaan, ukuran 20 mm sering menjadi pilihan yang cukup fleksibel. Ruang cetaknya sudah memadai untuk menampilkan logo dan identitas perusahaan, tetapi tetap terasa proporsional ketika digunakan sehari-hari.
Sementara itu, ukuran 15 mm bisa dipilih apabila perusahaan menginginkan tampilan yang lebih ringkas. Ukuran 25 mm dapat dipertimbangkan ketika desain memiliki lebih banyak elemen atau perusahaan ingin lanyard terlihat lebih menonjol.
📷 Gambar yang Disarankan: Perbandingan visual tiga ukuran lanyard 15 mm, 20 mm, dan 25 mm dengan contoh desain perusahaan yang sama.
Setelah ukuran ditentukan, berikutnya adalah memilih bahan. Bahan bukan hanya berpengaruh pada rasa ketika lanyard dikenakan, tetapi juga menentukan bagaimana hasil desain dan warna akan terlihat pada permukaan tali.
Untuk lanyard custom perusahaan dengan desain berwarna, kebutuhan bahan biasanya perlu disesuaikan dengan metode cetak yang digunakan. Terutama jika desain mengandung logo dengan beberapa warna, gradasi, atau elemen visual yang cukup detail.
Lanyard berbahan tissue premium dengan cetak sublimasi dapat menjadi salah satu pilihan untuk kebutuhan desain full color. Warna dan elemen desain dapat diterapkan pada permukaan tali sehingga perusahaan memiliki lebih banyak kebebasan dalam mengembangkan desain identitasnya.
Hal yang biasanya dipertimbangkan saat memilih bahan antara lain:
Kenyamanan saat dikenakan.
Karakter permukaan bahan.
Kebutuhan desain full color.
Detail logo dan elemen visual.
Intensitas penggunaan sehari-hari.
Karena setiap desain perusahaan berbeda, pemilihan bahan sebaiknya juga mempertimbangkan hasil akhir yang ingin dicapai. Desain dengan logo sederhana tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dibanding desain yang menggunakan banyak warna dan pola.
Hook atau kait merupakan komponen yang menghubungkan lanyard dengan card holder atau ID card. Ukurannya memang kecil, tetapi fungsinya sangat penting karena seluruh sistem identitas bergantung pada bagian ini untuk menggantung kartu.
Untuk penggunaan standar, satu hook umumnya sudah cukup. Hook dihubungkan ke lubang card holder sehingga ID card dapat digantung dan dikenakan dengan normal. Ini menjadi pilihan yang sederhana untuk sebagian besar kebutuhan identitas karyawan.
Namun, pada kondisi tertentu, perusahaan bisa mempertimbangkan konfigurasi kait yang berbeda. Misalnya ketika card holder atau sistem kartu membutuhkan titik pengait lebih dari satu agar posisinya lebih stabil.
Yang perlu dipahami, penggunaan dua kait bukan berarti digunakan untuk menggantung dua ID card. Dalam sistem tertentu, dua kait dapat tetap digunakan untuk menopang satu kartu atau satu card holder agar posisinya lebih stabil dan tidak mudah berputar.
Saat memilih hook, pertimbangkan:
Jenis card holder yang digunakan.
Posisi kartu ketika dikenakan.
Kebutuhan kestabilan kartu.
Aktivitas pengguna selama bekerja.
Jadi, pemilihan hook sebaiknya dilihat sebagai bagian dari keseluruhan paket, bukan dipilih secara terpisah dari holder dan ID card.
Stopper menjadi salah satu aksesori yang cukup sering dipilih untuk lanyard karyawan. Fungsinya membantu mengatur posisi bagian bawah lanyard agar titik sambungan dan kartu dapat berada pada posisi yang lebih stabil.
Aksesori ini bisa berguna ketika perusahaan ingin posisi ID card tidak terlalu bebas bergerak. Terutama untuk penggunaan sehari-hari, stopper dapat membantu memberikan susunan lanyard yang lebih rapi.
Meski begitu, stopper tidak harus digunakan pada semua lanyard. Untuk kebutuhan sederhana, lanyard standar tanpa stopper bisa saja sudah cukup. Kembali lagi, semuanya bergantung pada desain produk dan cara penggunaannya.
Stopper dapat dipertimbangkan apabila:
Perusahaan ingin posisi bagian bawah lanyard lebih rapi.
Lanyard digunakan cukup intensif setiap hari.
Ada kebutuhan tampilan yang lebih terstruktur.
Kombinasi dengan aksesori lain membutuhkan pengaturan posisi tertentu.
Pemilihan stopper sebaiknya dilakukan sejak awal agar desain dan konfigurasi lanyard dapat disesuaikan dengan proses produksinya.
Buckle memiliki fungsi yang berbeda dengan stopper. Jika stopper lebih berkaitan dengan pengaturan posisi bagian bawah lanyard, buckle membantu memberikan titik pelepasan pada lanyard.
Secara praktis, buckle memungkinkan bagian bawah lanyard dilepas tanpa harus melepas seluruh tali dari leher. Hal ini bisa bermanfaat ketika pengguna perlu melepaskan ID card atau holder dalam aktivitas tertentu.
Untuk sebagian perusahaan, fitur ini mungkin sangat berguna. Namun untuk penggunaan identitas yang sederhana, buckle belum tentu menjadi kebutuhan utama. Karena itu, sebaiknya perusahaan tidak menambahkan aksesori hanya karena terlihat lebih lengkap.
Buckle dapat dipertimbangkan apabila:
ID card cukup sering perlu dilepas.
Karyawan menggunakan kartu dalam beberapa aktivitas berbeda.
Holder atau kartu perlu dipisahkan sementara dari lanyard.
Perusahaan menginginkan fleksibilitas penggunaan yang lebih tinggi.
Dengan memilih aksesori berdasarkan kebutuhan seperti ini, spesifikasi lanyard akan terasa lebih masuk akal dan tidak berlebihan.
Safety breakaway merupakan aksesori yang dirancang agar lanyard dapat terlepas ketika mengalami tarikan tertentu. Karena fungsinya berkaitan dengan kondisi penggunaan, aksesori ini lebih relevan untuk lingkungan kerja yang memiliki risiko lanyard tersangkut.
Tidak semua perusahaan membutuhkan safety breakaway. Untuk pekerjaan kantor biasa, penggunaan lanyard standar mungkin sudah cukup. Namun pada lingkungan kerja dengan aktivitas yang lebih dinamis atau area tertentu yang memiliki potensi lanyard tertarik, fitur ini dapat dipertimbangkan.
Beberapa lingkungan yang mungkin membutuhkan pertimbangan lebih lanjut antara lain:
Area produksi.
Gudang.
Lingkungan kerja dengan mesin.
Area operasional tertentu.
Pekerjaan dengan banyak aktivitas fisik.
Tentu, kebutuhan safety breakaway sebaiknya disesuaikan dengan standar keselamatan yang berlaku di lingkungan kerja masing-masing. Lanyard bukan pengganti perlengkapan keselamatan kerja, tetapi aksesori yang tepat dapat membantu menyesuaikan produk identitas dengan kondisi penggunaannya.
Setelah spesifikasi lanyard mulai ditentukan, bagian berikutnya adalah memastikan ID card dan card holder dapat digunakan bersama dengan baik. Ini penting karena ketiga produk tersebut akan digunakan sebagai satu rangkaian.
Kesalahan yang kadang terjadi adalah ID card dibuat terlebih dahulu, kemudian holder dan lanyard dipilih belakangan tanpa melihat kesesuaian ukuran atau posisi kartu. Akibatnya, orientasi kartu bisa kurang sesuai dengan kebutuhan atau posisi pengait menjadi kurang nyaman.
Karena itu, lebih baik menentukan spesifikasinya secara bersamaan sejak awal. Perusahaan dapat memutuskan apakah kartu akan digunakan secara horizontal atau vertikal, kemudian memilih holder yang sesuai dan menyesuaikan jenis pengait lanyard.
Hal yang sebaiknya dipastikan antara lain:
Ukuran ID card.
Posisi horizontal atau vertikal.
Model card holder.
Titik pengait pada holder.
Jenis hook yang digunakan.
Aksesori tambahan bila diperlukan.
Dengan perencanaan seperti ini, seluruh bagian paket identitas dapat saling terhubung dengan baik ketika sampai di tangan karyawan.
Dalam satu perusahaan, kebutuhan identitas setiap kelompok karyawan bisa saja berbeda. Karyawan kantor mungkin cukup menggunakan paket standar, sedangkan tim lapangan memiliki kebutuhan yang lebih sesuai dengan aktivitas mereka.
Hal ini tidak berarti perusahaan harus membuat desain yang berbeda-beda. Identitas visual tetap dapat dibuat konsisten melalui penggunaan logo, warna, dan elemen desain yang sama. Yang dapat disesuaikan adalah spesifikasi fisik dan aksesori berdasarkan cara penggunaan.
Sebagai gambaran, perusahaan dapat mempertimbangkan pembagian kebutuhan seperti berikut:
|
Kelompok Pengguna |
Pertimbangan Paket |
|
Karyawan kantor |
Lanyard standar + ID card + holder |
|
Tim lapangan |
Holder dan aksesori disesuaikan dengan aktivitas |
|
Area operasional tertentu |
Pertimbangkan kebutuhan safety breakaway |
|
Karyawan baru |
Paket identitas lengkap untuk onboarding |
|
Panitia acara perusahaan |
Lanyard dengan desain khusus kegiatan |
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan tetap dapat menjaga tampilan identitas yang seragam tanpa memaksakan satu spesifikasi untuk semua orang.
Setelah menentukan lanyard, ID card, card holder, dan aksesori yang sesuai, sebenarnya perusahaan sudah memiliki dasar paket identitas yang cukup lengkap. Namun kebutuhan setiap perusahaan tidak selalu berhenti pada perlengkapan yang dikenakan sehari-hari.
Ada perusahaan yang sedang menyiapkan onboarding untuk banyak karyawan baru. Ada yang ingin membuat perlengkapan khusus untuk event internal. Ada juga yang ingin membawa logo dan desain perusahaan ke produk lain sebagai merchandise untuk karyawan, peserta acara, pelanggan, atau mitra.
Di sinilah paket identitas dapat dikembangkan secara bertahap. Tidak semua produk harus dibeli sekaligus, tetapi perusahaan bisa memilih mana yang memang dibutuhkan berdasarkan tujuan penggunaannya.
Untuk kebutuhan sehari-hari, paket identitas sebenarnya tidak perlu dibuat terlalu rumit. Yang paling penting adalah karyawan memiliki identitas yang jelas, mudah digunakan, dan cukup terlindungi selama dipakai.
Karena itu, kombinasi tiga produk utama biasanya sudah menjadi titik awal yang paling masuk akal. Lanyard digunakan untuk membawa kartu, ID card menampilkan identitas, sedangkan card holder menjadi tempat untuk menempatkan kartu tersebut.
Lanyard + ID Card + Card Holder
Kombinasi ini cocok untuk banyak kebutuhan seperti:
Karyawan kantor.
Tim administrasi.
Karyawan retail.
Staf perusahaan.
Karyawan baru.
Peserta kegiatan internal tertentu.
Keuntungan utama menyusun kebutuhan sejak awal sebagai satu paket adalah spesifikasi produknya bisa disesuaikan agar saling cocok. Posisi ID card, ukuran holder, hingga jenis hook pada lanyard dapat direncanakan sebagai satu rangkaian.
Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, perusahaan dapat melihat kembali apakah ada kondisi penggunaan yang membutuhkan tambahan tertentu. Misalnya, apakah ID card sering dilepas, apakah karyawan bekerja di lingkungan yang aktif bergerak, atau apakah ada kebutuhan agar lanyard dapat dilepas dengan lebih praktis.
Pada tahap ini, aksesori seperti stopper, buckle, atau safety breakaway dapat dipertimbangkan. Namun, tidak semua aksesori harus digunakan sekaligus. Setiap tambahan sebaiknya memiliki alasan berdasarkan cara penggunaan.
Sebagai gambaran, paket identitas dapat dikembangkan seperti berikut:
|
Tingkat Kebutuhan |
Isi Paket |
|
Paket Dasar |
Lanyard + ID Card + Card Holder |
|
Paket Fleksibel |
Paket dasar + aksesori sesuai kebutuhan |
|
Paket Onboarding |
Lanyard + ID Card + Holder untuk karyawan baru |
|
Paket Event Internal |
Lanyard dengan desain kegiatan + identitas peserta |
|
Paket Lebih Lengkap |
Produk identitas + merchandise perusahaan |
Dengan cara seperti ini, perusahaan tidak perlu memaksakan satu paket yang sama untuk semua kebutuhan. Produk dapat disusun sesuai konteks penggunaannya.
Momen onboarding menjadi salah satu waktu ketika kebutuhan produk identitas biasanya muncul dalam jumlah cukup banyak. Ketika karyawan baru mulai bergabung, perusahaan perlu memastikan mereka memiliki perlengkapan dasar untuk mengenali lingkungan kerja dan menggunakan identitasnya sejak hari pertama.
Lanyard, ID card, dan card holder dapat menjadi bagian dari perlengkapan yang dibagikan pada awal masa kerja. Selain membantu kebutuhan praktis, penggunaan desain yang konsisten juga membuat tampilan identitas karyawan terlihat lebih seragam sejak awal.
Untuk kebutuhan onboarding, perusahaan dapat mempertimbangkan:
Jumlah karyawan baru yang akan menerima paket.
Data yang perlu ditampilkan pada ID card.
Posisi kartu horizontal atau vertikal.
Desain lanyard yang digunakan secara umum.
Aksesori tambahan bila memang diperlukan.
Jadwal pembagian perlengkapan.
Hal yang penting, jumlah pesanan sebaiknya disesuaikan dengan data terbaru. Terutama jika ada kemungkinan perubahan jumlah karyawan yang mulai bekerja pada periode tertentu.
Selain digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, lanyard dan ID card juga sering digunakan ketika perusahaan menyelenggarakan acara internal. Mulai dari gathering, training, seminar, rapat besar, hingga kegiatan perusahaan yang melibatkan banyak peserta.
Pada kondisi seperti ini, desain lanyard tidak selalu harus sama persis dengan lanyard karyawan harian. Perusahaan dapat membuat desain khusus yang tetap menggunakan identitas visual utama, tetapi ditambahkan nama atau tema kegiatan.
Misalnya, logo perusahaan tetap digunakan sebagai elemen utama, kemudian ditambahkan:
Nama acara.
Tahun pelaksanaan.
Tema kegiatan.
Divisi atau program tertentu.
Warna khusus event.
Untuk event internal, paket yang digunakan dapat berupa:
Lanyard + ID Card Peserta + Card Holder
Apabila diperlukan, desain yang sama juga dapat dikembangkan ke merchandise pendukung agar keseluruhan acara terlihat lebih terhubung.
Di sinilah keychain mulai memiliki peran yang berbeda. Keychain bukan pengganti lanyard, ID card, atau card holder. Produk ini juga bukan perlengkapan wajib yang harus dimiliki setiap karyawan.
Namun, setelah perusahaan memiliki desain visual yang konsisten, elemen tersebut dapat dikembangkan ke produk lain. Salah satunya adalah keychain custom untuk perusahaan.
Misalnya, perusahaan sudah memiliki kombinasi logo, warna, atau elemen grafis yang digunakan pada lanyard. Desain tersebut kemudian dapat diterapkan kembali pada keychain untuk menghasilkan merchandise yang masih memiliki hubungan visual dengan identitas perusahaan.
Keychain custom dapat digunakan untuk:
Merchandise karyawan.
Souvenir event perusahaan.
Isi paket onboarding.
Hadiah kegiatan internal.
Merchandise untuk pelanggan.
Cendera mata untuk mitra atau peserta acara.
Dengan posisi seperti ini, keychain menjadi produk pengembangan. Paket identitas tidak lagi hanya berfungsi untuk menunjukkan siapa seseorang, tetapi desain visual perusahaan dapat mulai hadir dalam bentuk produk yang lebih luas.
Lanyard, ID card, dan keychain tidak harus memiliki desain yang persis sama. Bahkan jika dipaksakan sama persis, hasilnya belum tentu terlihat lebih baik karena setiap produk memiliki ukuran dan ruang desain yang berbeda.
Yang lebih penting adalah adanya hubungan visual. Ketika seseorang melihat beberapa produk tersebut bersama-sama, tetap terasa bahwa semuanya berasal dari perusahaan atau kegiatan yang sama.
Hubungan visual tersebut bisa dibangun melalui penggunaan beberapa elemen yang konsisten, seperti:
Logo perusahaan.
Warna utama.
Warna pendukung.
Gaya grafis.
Bentuk atau pola tertentu.
Tipografi yang selaras.
Dengan pendekatan seperti ini, setiap produk tetap dapat memiliki desain yang sesuai dengan bentuknya masing-masing tanpa kehilangan keterhubungan.
Ada kondisi ketika perusahaan memang lebih mudah merencanakan lanyard, ID card, dan card holder secara bersamaan. Misalnya ketika sedang melakukan onboarding massal, pembaruan identitas karyawan, atau persiapan event perusahaan.
Dengan merencanakan seluruh kebutuhan sejak awal, perusahaan dapat memastikan spesifikasi setiap produk saling sesuai. Tim tidak perlu menentukan lanyard terlebih dahulu lalu mencari holder yang cocok belakangan.
Hal-hal berikut dapat disiapkan dalam satu tahap perencanaan:
Jumlah pengguna.
Jumlah produk yang dibutuhkan.
Desain visual.
Data ID card.
Posisi kartu.
Jenis holder.
Jenis hook.
Aksesori tambahan.
Kebutuhan keychain atau merchandise.
Pendekatan ini juga memudahkan perusahaan melihat kebutuhan secara keseluruhan. Mana yang menjadi kebutuhan utama untuk seluruh karyawan dan mana yang hanya diperlukan untuk kegiatan atau kelompok tertentu.
Sebelum mulai memesan, ada baiknya perusahaan menyiapkan beberapa informasi dasar terlebih dahulu. Tidak perlu semuanya langsung sempurna, tetapi semakin jelas kebutuhan yang disiapkan, semakin mudah menentukan kombinasi produk yang sesuai.
Mulailah dengan pertanyaan sederhana: siapa yang akan menggunakan produk ini dan bagaimana cara mereka menggunakannya? Dari sana, pemilihan spesifikasi biasanya menjadi lebih mudah.
Berikut checklist yang bisa digunakan:
Hitung berapa karyawan, peserta, atau penerima yang membutuhkan produk. Jika diperlukan, pisahkan antara kebutuhan utama dan cadangan.
Logo, warna, dan elemen desain yang akan digunakan sebaiknya sudah tersedia agar desain lanyard, ID card, dan produk lainnya dapat direncanakan secara selaras.
Pastikan data apa saja yang perlu ditampilkan, seperti nama, foto, jabatan, divisi, atau informasi tambahan lainnya.
Tentukan apakah lanyard digunakan setiap hari, hanya untuk event, atau untuk lingkungan kerja tertentu. Hal ini akan membantu menentukan kebutuhan aksesori.
Pilih posisi kartu dan model holder yang sesuai dengan desain ID card.
Jika perusahaan ingin mengembangkan identitas visual menjadi merchandise, keychain custom dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan.
Saat melihat banyak pilihan produk, perusahaan mungkin tergoda membuat paket selengkap mungkin. Padahal, paket yang baik bukan ditentukan dari banyaknya barang di dalamnya.
Paket yang baik adalah paket yang sesuai dengan kebutuhan. Untuk sebagian perusahaan, tiga produk utama sudah cukup. Untuk perusahaan lain, mungkin diperlukan aksesori tambahan. Sementara keychain dapat ditambahkan ketika ada kebutuhan merchandise atau kegiatan tertentu.
Jadi urutannya sebaiknya tetap sederhana. Mulai dari kebutuhan utama, kemudian tambahkan produk lain apabila memang ada fungsi yang jelas.
Secara keseluruhan, kebutuhan dapat disusun seperti ini:
Kebutuhan utama
Lanyard → ID Card → Card Holder
Kebutuhan tambahan
Stopper → Buckle → Safety Breakaway
Pengembangan lebih lanjut
Keychain Custom → Merchandise → Souvenir Perusahaan
Dengan susunan tersebut, perusahaan dapat melihat seluruh produk yang tersedia tanpa harus merasa semua produk wajib digunakan.
Untuk kebutuhan dasar, paket dapat terdiri dari lanyard, ID card, dan card holder. Perusahaan kemudian dapat menambahkan aksesori seperti stopper, buckle, atau safety breakaway sesuai kebutuhan penggunaan.
Tidak harus sama persis. Namun, sebaiknya keduanya memiliki hubungan visual melalui penggunaan logo, warna, atau elemen desain yang konsisten.
Card holder membantu menempatkan dan melindungi ID card, terutama untuk penggunaan sehari-hari. Jenis holder dapat disesuaikan dengan bentuk dan orientasi kartu.
Pilihan dapat disesuaikan dengan desain dan kebutuhan. Ukuran 15 mm lebih ringkas, 20 mm cukup fleksibel untuk banyak kebutuhan, sedangkan 25 mm memberikan ruang desain yang lebih besar.
Tidak selalu. Identitas visual dapat tetap konsisten, sementara jenis holder atau aksesori dapat disesuaikan dengan aktivitas dan lingkungan kerja masing-masing kelompok karyawan.
Stopper dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan susunan lanyard tertentu, sedangkan buckle berguna apabila bagian bawah lanyard perlu dilepas dengan lebih praktis. Keduanya tidak harus digunakan jika kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi.
Tidak secara langsung. Keychain lebih tepat diposisikan sebagai pengembangan identitas visual perusahaan ke produk merchandise, souvenir, atau perlengkapan tambahan.
Bisa. Kebutuhan produk dapat disusun berdasarkan jumlah penerima, desain kegiatan, data identitas, serta produk tambahan yang memang diperlukan untuk onboarding atau event perusahaan.
Menyiapkan identitas fisik untuk karyawan sebenarnya tidak harus dimulai dari memilih produk yang paling banyak. Lebih baik mulai dari kebutuhan paling dasar, yaitu bagaimana identitas akan dibawa, ditampilkan, dan digunakan setiap hari.
Dari sana, perusahaan dapat menyusun kombinasi lanyard, ID card, dan card holder sebagai fondasi utama. Setelah itu, aksesori seperti stopper, buckle, atau safety breakaway dapat dipertimbangkan sesuai kondisi penggunaan.
Untuk kebutuhan yang lebih luas, desain visual perusahaan juga dapat dikembangkan ke keychain custom sebagai merchandise perusahaan. Dengan begitu, setiap produk tetap memiliki fungsi masing-masing, tetapi secara keseluruhan dapat membentuk satu paket yang terlihat lebih rapi, konsisten, dan sesuai kebutuhan.
Kalau perusahaan sedang menyiapkan identitas untuk karyawan baru, melakukan pembaruan perlengkapan, atau membutuhkan paket untuk kegiatan internal, kebutuhan tersebut bisa mulai disusun dari produk dasarnya terlebih dahulu. Setelah jumlah pengguna dan cara penggunaan diketahui, spesifikasi lanyard, ID card, card holder, hingga produk tambahan akan jauh lebih mudah ditentukan.